Presiden Prabowo Subianto pada hari Senin menekankan bahwa kepemimpinan etis yang berakar pada kejujuran, keadilan, dan pengabdian kepada kepentingan umum adalah apa yang diharapkan rakyat Indonesia dari para pemimpinnya.
Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Pertemuan Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor, Jawa Barat.
Prabowo mengatakan bahwa pejabat pemerintah di tingkat pusat dan daerah harus memahami tanggung jawab etis mereka sebagai pemimpin rakyat, mengingat bahwa warga negara pada dasarnya menginginkan kehidupan yang tenang, adil, dan harmonis.
Menurut presiden, masyarakat menaruh harapan pada para pemimpin yang memprioritaskan kepentingan nasional yang lebih luas daripada agenda pribadi atau kelompok.
“Mereka tidak menyukai pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadi mereka sendiri. Inilah harapan seluruh rakyat kita,” katanya.
Prabowo menggambarkan pertemuan tersebut sebagai forum penting yang mempertemukan hampir semua unsur pemerintahan, dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, untuk memperkuat koordinasi dan tanggung jawab bersama.
“Ini adalah kesempatan yang baik bagi saya untuk bertemu langsung dengan hampir 99 persen administrasi Republik Indonesia, dari tingkat pusat hingga daerah,” katanya.
Ia juga menanggapi keraguan yang diungkapkan oleh beberapa pihak di luar negeri tentang kemampuan Indonesia untuk tetap bersatu di tengah keragaman etnis, agama, dan budaya.
Prabowo mengatakan Indonesia telah menunjukkan bahwa keragaman dapat dikelola secara etis dan bersatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mengejar tujuan nasional bersama.