Presiden Prabowo Subianto mengharapkan program Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan warga desa, kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
“Presiden menginginkan agar pemerintah menghilangkan jarak (antara dirinya dan warga desa),” imbuhnya saat meninjau acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Pengembangan Koperasi Nasional di Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa.
Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, Sudaryono menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo bermaksud menjadikan koperasi desa sebagai sarana untuk meningkatkan akses warga desa terhadap kebutuhan pokok, layanan kesehatan, obat-obatan, gas elpiji, dan pupuk dengan harga yang wajar.
“(Barang dan layanan tersebut) akan diberikan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, tanpa biaya tambahan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Konferensi Tingkat Tinggi yang dilaksanakan serentak dengan acara serupa di lebih dari tiga ribu desa di Jawa Tengah tersebut merupakan wujud komitmen bersama untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih.
Wamendag kemudian menggarisbawahi bahwa targetnya adalah seluruh 8.567 desa di seluruh provinsi tersebut dapat menyelenggarakan konferensi serupa pada akhir bulan ini.
Ia juga meyakinkan masyarakat bahwa program prioritas nasional difokuskan semata-mata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dirinya dan beberapa menteri lainnya mengunjungi Jawa Tengah untuk memastikan bahwa konferensi khusus tersebut membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang program dan tujuannya.
“Penting bagi semua pihak, termasuk kepala desa dan konstituennya, untuk memahami bahwa Koperasi Merah Putih tidak akan menjadi beban bagi masyarakat. Badan usaha ini akan dikelola dengan hati-hati untuk menyalurkan bantuan dan layanan pemerintah secara langsung kepada warga,” tegasnya.